ANALISIS PIRANTI KOHESI
CERPEN “LELAKI YANG AKAN MENIKAHI BIDADARI”
KARYA AZWAR NAZIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Analisis Wacana Semester V A Sore
Dosen Pengampu
Drs. Syamsul Ghufron, M.Si.
Oleh :
1. Achmad Suyitno
2. Dwi Susanti
3. Ahmad Mujianto
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM
LAMONGAN 2011
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis Kohesi Cerpen Lelaki yang Akan Menikahi Bidadari Karya Azwar Nazir
Paragraf 2
Mendengar pertanyaan Iman, Ustadz Hamzah tidak langsung menjawab. Hati kecilnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang baik, telah terjadi dalam diri anak muda itu. Ustadz Hamzah sesaat memejamkan mata, sambil bergumam.
• Piranti Kohesi
a. Referensi
“…, Ustadz Hamzah tidak langsung menjawab. Hati kecilnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang baik, telah terjadi dalam diri anak muda itu.”
Enklitik-nya pada kalimat kedua mengacu pada anteseden Ustadz Hamzah. Oleh karena itu, tuturan di atas termasuk referensi anafora.
b. Substitusi
“…, ada sesuatu yang baik, telah terjadi dalam diri anak muda itu.”
Frase anak muda merupakan kata ganti dari kata Iman pada tuturan sebelumnya.
c. Konjungsi
“Hati kecilnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang baik,…”
Dalam penggalan di atas terdapat kata bahwa yang merupakan konjungsi subordinatif.
d. Ellipsis
“Ustadz Hamzah sesaat memejamkan mata, sambil bergumam.”
Pada penggalan di atas, terdapat tuturan yang dilesapkan. Kata bergumam merupakan kata yeng mengalami elipsis. Tuturan lengkapnya, “Ustadz Hamzah bergumam.”
Paragraf 4
“Mengapa bertanya seperti itu Iman?”
Iman mengangkat kepalanya yang semula tertunduk dihadapan Ustad Hamzah. Ditatapnya mata bening lelaki tua itu. Dengan ragu, dia utarakan apa yang telah dialaminya.
Piranti Kohesi
a. Referensi
“Iman mengangkat kepalanya yang semula tertunduk dihadapan Ustadz Hamzah.”
Enklitik-nya pada kata yang dicetak miring mengacu pada kata Iman. Oleh karena itu, tuturan di atas bereferensi anafora.
“Ditatapnya mata bening lelaki tua itu.”
Pronominal eklitik-nya pada kata pertama penggalan cerpen di atas mengacu pada anteseden lelaki tua yang terdapat pada frase kalimat tersebut.
b. Konjungsi
Dalam penggalan cerpen tersebut, terdapat konjungsi yang dapat dilihat dari pembubuhan kata yang dan dengan pada penggalan cerpen di atas.
c. Substitusi
“….. semula tertunduk di hadapan Ustadz Hamzah. Ditatapnya mata bening lelaki tua itu.”
Frase lelaki tua itu merupakan kata ganti untuk frase Ustadz Hamzah.
Paragraf 12
Setelah itu, Iman pulang. Menunggu tafsir mimpi benar-benar terjadi. Tapi, setelah lama menanti, Iman masih mendapati dirinya seperti dulu. Sendiri. Kakak perempuannya masih sendiri. Berarti orang tuanya belum akan memberi izin kepadanya untuk menikah.“Tidak boleh melangkahi kakakmu.” Begitulah jawab orang tuanya saat dia mengajukan keinginan untuk menikah. Sungguhpun seperti itu, Iman tidak berputus asa, dia masih menunggu agar kakaknya segera dapat jodoh. Dalam menunggu itu, Iman semakin alim. Dia sering menghabiskan malam-malam panjangnya di Masjid. Shalat, berzikir, dan berdoa.
Piranti Kohesi
a. Referensi
Dari segi referensi dalam penggalan cerpen tersebut dapat dilihat sebagai berikut.
“… Tapi, setelah lama menanti, Iman masih mendapati dirinya seperti dulu.”
Pronominal enklitik-nya pada penggalan cerpen di atas mengacu pada anteseden Iman. Oleh karena itu disebut referensi anafora karena berposisi sesudah anteseden Iman.
“… Iman masih mendapati dirinya seperti dulu. Kakak perempuannya masih sendiri.”
Enklitik-nya pada kalimat yang dicetak miring mengacu pada kata Iman pada kalimat sebelumnya. Oleh karena itu tuturan di atas bereferensi anafora.
“Iman tidak berputus asa, dia masih menunggu kakaknya segera dapat jodoh.”
Tututran di atas bereferensi anafora karena pada penggalan cerpen tersebut, kata yang bercetak miring (dia) mengacu pada kata Iman.
Pada penggalan cerpen di atas (paragraf 12) hampir semua tuturannya bereferensi anafora, sebab pengacuan oleh pronomina terhadap anteseden sudah lebih dahulu diucapkan (anteseden terletak di kiri).
b. Substitusi
Dalam penggalan cerpen di atas terdapat substitusi, yang dapat dilihat sebagai berikut.
“Iman tidak berputus asa, dia masih menunggu agar kakaknya segera dapat jodoh.”
“…Dalam menunggu itu, Iman semakin alim. Dia sering menghabiskan malam-malam panjangnya di masjid.”
Kata Iman diganti dengan kata dia. Kata ganti dia merupakan kata ganti orang ketiga tunggal.
c. Konjungsi
Dalam penggalan cerpen tersebut, terdapat konjungsi yang dapat dilihat dari pembubuhan kata (tapi/tetapi) yang merupakan konjungsi koordinatif. Kata setelah yang merupakan konjungsi temporal. Dan terdapat kata dan yang merupakan konjungsi koordinatif.
d. Ellipsis
“…, Iman masih mendapati dirinya seperti dulu. Sendiri.”
Pada kalimat kedua, kata sendiri merupakan kata yang mengalami elipsis (pelesapan). Tuturan lengkapnya, “Iman masih sendiri.”
Paragraf 13
Suatu senja, di penghujung hari yang tidak cerah, hujan baru saja berhenti. Hujan meninggalkan basah di jalanan beraspal. Tanpa di duga Iman harus melepas nafasnya di tempat pelacuran. Dadanya luka terbelah belati. Memanjang, menyilang dari kiri ke kanan. Baju gunting cina yang dipakainya telah berubah warna menjadi merah darah. Matanya masih nyalang, dengan bibir meninggalkan senyum tak menganga.
• Piranti Kohesi
a. Referensi
Pada penggalan cerpen di atas hampir semua tuturannya bereferensi anafora, sebab pengacuan oleh pronomina terhadap anteseden sudah lebih dahulu diucapkan yaitu pronomina enklitik-nya pada penggalan cerpen di atas mengacu pada anteseden Iman.
b. Konjungsi
Dalam penggalan cerpen di atas, terdapat konjungsi yang dapat dilihat dari pembubuhan konjungsi yang dan konjungsi dengan.
c. Elipsis
“Dadanya luka terbelah belati. Memanjang, menyilang dari kiri ke kanan.”
Memanjang, menyilang merupakan kata-kata yang mengalami pelesapan/peniadaan kata. Adapun tuturan lengkapnya, “luka dada Iman memanjang, menyilang dari kiri ke kana
Senin, 17 Januari 2011
ANALISIS WACANA PERANTI KOHESI GRAMATIKAL
Diposkan oleh goodcahyani di 12:13 0 komentar Link ke posting ini
AKU LETIH
lETIH AKU BERLARI
MENGAMBIL IKAN SARAPAN PAGI
KUTEMUI ABDI JANJI
BUKAN AKU INGIN KEMBALI
PERISTIWA TAWA ITU
SELALU TERMANGU
KESELAMU JINGGA BIRU'
AGAR DI TAK LESU
BERSAMA IKAN
AKU HIDUP UNTUK TERUS BERJALAN
BUKAN BERLARI
AKU LETIH SAAT BERLARI,
Lamongan, 18-01-2011
Diposkan oleh goodcahyani di 12:10 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 30 Januari 2010
PTS (Parade Tunas Sastra) ke-2 se-Jawa Timur HMJ PBSI Unisda
PENDAHULUAN
Awal mulanya pendidikan di Indonesia lebih mengedepankan aspek pengetahuan, peserta didik dijejali berbagai informasi dan pengetahuan (transformasi pengetahuan). Akibat yang ditimbulkan adalah peserta didik hanya mengusai konsep-konsep yang disampaikan oleh gurunya. Tetapi dalam pemahan konsep tersebut sering kali tidak diarahkan secara langsung pada penerapan yang nyata.
Hal ini juda dapat kita lihat dalam pembelajaran apresiasi karya sastra (puisi). Seringkali pengajar hanya sekedar memaparkan konsep-konsep semata, hingga pada akhirnya peserta didik hanya akan paham tentang konsep tersebut. Tetapi bila peserta didik dituntut untuk mengimplementasikan konsep-konsep yang diperoleh itu dalam wujud yang nyata, sering menjumpai kendala. Misalkan pada penerapan memproduksi atau mendeklamasikan puisi.
Penerapan pembelajaran perlu kiranya dikembangkan, peserta didik tidak lagi dijejali informasi dan pengetahuan semata. Pembelajaran mereka dipenuhi kegiatan praktis, dampaknya peserta didik memiliki daya kreatifitas. Karena itulah sebagai upaya untuk mendorong tumbuhnya daya krestifitas tersebut HMJ PBSI Unisda akan mengadakan Parade Tunas Sastra (PTS), dimana esensi dari kegiatan ini adalah lomba musikalisasi puisi, lomba pembuatan mading 3 dimensi, dan Lomba Esai.
NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah “Parade Tunas Sastra (PTS)”
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
BENTUK KEGIATAN
1.Lomba Musikalisasi Puisi.
2.Lomba Mading tiga dimensi.
3.Lomba Menulis Esai.
DASAR KEGIATAN
1.Tri Dharma Perguruan tinggi
2.PD/PRT Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
3.Program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
TUJUAN KEGIATAN
1.Aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
2.Memotifasi tumbuhnya krestifitas anak bangsa khususnya pelajar Jawa Timur.
3.Memupuk kecintaan terhadap karya sastra.
PENYELENGGARA
Acara Parade Tunas Sastra ini akan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unisda Lamongan dengan susunan panitia sebagaimana terlampir.
PESERTA
Peserta Parade Tunas Sastra ini adalah delegasi (utusan) dari masing-masing lembaga yang ada di Jawa Timur tingakat SMA, SMK, MA (sederajat).
WAKTU DAN TEMPAT
Acara ini akan diselenggarakan pada:
hari/tanggal : Rabu s.d. Kamis / 21 s.d. 22 April 2010.
tempat : Kampus Unisda, Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan.
Diposkan oleh goodcahyani di 22:03 0 komentar Link ke posting ini
RINDU MILIKKU
RINDU MILIKKU
Kensunyian ini memang milik Critaku
Tak satu kata merangkai itu yahdu
Lilin hitam leleh
Mengalir lubang kenistaan
Mengerang kuat memiliki
Secuil peradaban
Hilang memeng lenyap
Terbang dalam gelap
Kuajari cinta dalam mutiaranya
Berharap wewangian indah bunga
Diposkan oleh goodcahyani di 19:26 0 komentar Link ke posting ini
SEPI SIANG
mentap tembok putih tanpa noda
Sirmakan hembusan hati kata
Trfikir juga untaian harta
Tiupkan himpitan liang hati
Gunda dalam angan
Menoleh walau kusam
Tersapu rindu sejuta derita
Kini kau telah siang
Kuburkan wangi flamboyan
Menulis sepi seduh sedang
Semilir cinta hinggap merayap
Coretkan tinta hitam mengangah
Sepi tanpa kau derita
Kutepis angin menghantam
Kutiup sepi puting siang
Diposkan oleh goodcahyani di 19:23 0 komentar Link ke posting ini
KESEDIHAN KORIDOR "D"
sejuta kata unyahmu
perjalanan koridor D lenyap
mereka berkata engkau penipu
anak gagap
kesadaran memang tujuan
sembari telapak kaki tersipu
kau lewati satu permadani
lonceng angin lalu
tak terpikir sejuta buahan
beribu minuman
sebatang rokok penyesalan
sadar kau kawan
Diposkan oleh goodcahyani di 18:46 0 komentar Link ke posting ini
PELANGI KERINDUAN
aku tersekap dalam sepi kamar sunyiku
tersiksa cidera mutiara batinku
bertambah saja kerinduan kepadamu
mengeja hidup yang terus dahaga
dari hutan berapi
tiba di embun belantara
menunggu suaramu disepanjang pelangi
ratih.... semakin sunyi kerinduanku
Diposkan oleh goodcahyani di 18:41 0 komentar Link ke posting ini

